Friday, April 12, 2013

Tentang Kita dan Hujan

Posted by Alfia at 3:05 AM 0 comments

Aku mencintai hujan yang selalu membuatku bisa berhasil menyamarkan airmata.. 

Saat bau tanah yang basah karena hujan membuat ku begitu tenang, aku selalu teringat padamu.. 

Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku menjadi berani melawan hujan..
Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku begitu suka menatap hujan yang merintik dari balik jendela..
Kamu adalah seorang pemuda yang mengenaliku pada hujan..

Cerpen: Hujan Di Penghujung Sore

Posted by Alfia at 2:36 AM 0 comments


Kamu harus tahu.. bahwa setiap kali kamu tersenyum. Ada aku yang memperhatikan senyummu diam-diam lalu ikut tersenyum.. Kamu harus tahu.. bahwa rasaku, tidak pernah meminta balasan yang sama.

*

Hujan rintik-rintik di sore itu. Mengawali awal pembicaraan panjangku denganmu. Mengawali sebuah kisah baru yang tercatat. Iya, saat aku dan kamu berteduh bersama kala hujan sore itu. Saat senyum aku dan kamu saling terkulum. Saat aku, sibuk mengamati wajahmu diam-diam.

Friday, February 15, 2013

Cerpen: Sekuat Hatimu

Posted by Alfia at 1:40 PM 0 comments

Aku Alvin. Anak tunggal dari sepasang suami istri yang sangat bahagia. Tidak apa, aku hanya anak tunggal. Karena dulu, Mama pernah berjanji akan memberikan aku seorang adik yang sangat cantik. Tapi, sayangnya janji Mama belum juga terwujud. Belum lagi karena Papa yang jarang pulang ke rumah. Apa boleh buat?? Memang itulah tuntutan kerja Papa. Pergi berbulan-bulan, sedangkan tinggal di rumah hanya dua minggu paling lama.

Aku sedang menggenggam sebuah piala erat-erat. Buah kerja keras tim futsal yang memasukkan aku menjadi anggotanya. Kami berhasil menang melawan sekolah SMA Pelita Harapan. Mau tau berapa skor yang kami peroleh?? 4-0! Dan dua diantara gol yang tercipta itu berasal dari tendanganku. Aku akan segera pulang dan mengabarkan hal baik ini pada Mama.

Friday, April 12, 2013

Tentang Kita dan Hujan


Aku mencintai hujan yang selalu membuatku bisa berhasil menyamarkan airmata.. 

Saat bau tanah yang basah karena hujan membuat ku begitu tenang, aku selalu teringat padamu.. 

Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku menjadi berani melawan hujan..
Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku begitu suka menatap hujan yang merintik dari balik jendela..
Kamu adalah seorang pemuda yang mengenaliku pada hujan..

Cerpen: Hujan Di Penghujung Sore



Kamu harus tahu.. bahwa setiap kali kamu tersenyum. Ada aku yang memperhatikan senyummu diam-diam lalu ikut tersenyum.. Kamu harus tahu.. bahwa rasaku, tidak pernah meminta balasan yang sama.

*

Hujan rintik-rintik di sore itu. Mengawali awal pembicaraan panjangku denganmu. Mengawali sebuah kisah baru yang tercatat. Iya, saat aku dan kamu berteduh bersama kala hujan sore itu. Saat senyum aku dan kamu saling terkulum. Saat aku, sibuk mengamati wajahmu diam-diam.

Friday, February 15, 2013

Cerpen: Sekuat Hatimu


Aku Alvin. Anak tunggal dari sepasang suami istri yang sangat bahagia. Tidak apa, aku hanya anak tunggal. Karena dulu, Mama pernah berjanji akan memberikan aku seorang adik yang sangat cantik. Tapi, sayangnya janji Mama belum juga terwujud. Belum lagi karena Papa yang jarang pulang ke rumah. Apa boleh buat?? Memang itulah tuntutan kerja Papa. Pergi berbulan-bulan, sedangkan tinggal di rumah hanya dua minggu paling lama.

Aku sedang menggenggam sebuah piala erat-erat. Buah kerja keras tim futsal yang memasukkan aku menjadi anggotanya. Kami berhasil menang melawan sekolah SMA Pelita Harapan. Mau tau berapa skor yang kami peroleh?? 4-0! Dan dua diantara gol yang tercipta itu berasal dari tendanganku. Aku akan segera pulang dan mengabarkan hal baik ini pada Mama.
 

Rapz♔ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting